Visit Lebah Sampaga Destinasi Terbaik Camping di Lombok

Destinasi wisata Campaign dan Caving Lebah Sampaga menjadi tempat favorit buat camping mengusung konsep asri pedesaan. (FOTO/istimewa)

Sasambotimes- Desa Lebah Semoga yang berada di kaki Gunung Layur di sisi tenggara Rinjani menawarkan suasana pedesaan yang asri dengan pemandangan alam yang menakjubkan.

Tak hanya itu wisata camping Lebah Sampaga di beberapa titik terdapat sejumlah goa namun yang paling populer adalah Goa Lawah atau sering disebut Goa Gerodokan oleh sebagian warga.

Destinasi wisata yang mengusung konsep alam pedesaan ini menawarkan wisata Camping dan Caving Lebah Sampaga sendiri dilengkapi fasilitas super lengkap bagi para pengunjung.

Dengan menawarkan konsep asri pedesaan, keberadaan destinasi Lebah Sampaga tidak jauh dari pusat kota Mataram dengan jarak sekitar 23 km dan waktu tempuh 39 menit berkendara santai melalui jalan utama provinsi menuju Kecamatan Narmada kemudian melewati Desa Wisata Sesaot.

Untuk akses jalan dari Mataram hingga ke lokasi semua sudah memakai aspal hotmix yang dapat diakses oleh berbagai jenis kendaraan.

Lebih lanjut Lebah Sampaga dikenal kental dengan cerita mitos di setiap sisi lokasi campaign terdapat sebuah Goa Lawah konon dari cerita warga setempat Goa Lawah dapat menghubungkan Pulau Lombok dan Bali.

Berangkat dari cerita Goa Lawah keberadaan Goa yang begitu santer ditelinga warga tersebut bukanlah sebuah destinasi wisata baru sejak awal tahun 90-an goa ini telah menjadi lokasi perkemahan yang populer di kalangan pecinta alam.

Lokasi goa Lawah yang berada tepat di Lebah Sampage dikelilingi pepohonan lebat menjadikannya tempat yang sempurna untuk berkemah.

Goa Lawah diyakini merupakan tempat masyarakat kuno suku Sasak menyepi dan bermeditasi untuk mencari ketenangan dapat

Perihal tersebut benar adanya dengan dibuktikan ditemukan sejumlah uang kepeng kuno dan benda pusaka yang tertimbun di balik dinding goa dan diantara deretan altar batu yang tersebar di dalam masing masing ruang goa.

Sementara menurut cerita tutur Goa Lawah di kenal sejak zaman Anak Agung Konon, salah seorang keluarga raja pernah menyusuri goa dengan bermodalkan seikat bobok (daun kelapa kering) sebagai penerang dan keluar di Goa Lawah, Klungkung, Bali.

Dari peristiwa itulah goa ini mendapatkan namanya sebagai Goa Lawah. Sebuah nama yang sama persis dengan Goa Lawah di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung,  Bali.

Salah seorang pelopor dan penggiat pariwisata Desa Lebah Sempaga, Sapta Setiawan menceritakan Goa Lawah yang berhasil diakses oleh warga terdiri atas tiga ruangan.

Sapta menjelaskan meskipun sebenarnya masih terdapat sebuah lorong panjang yang belum dieksplorasi karena adanya runtuhan akibat penggunaan alat berat saat penggalian proyek PLTMH.

Keberadaan Goa Lawah sendiri membutuhkan pembenahan oleh pihak pengelola dan dinas terkait untuk membuka dan memperlebar akses masuk ke ruang kedua goa.

Tak hanya itu, Sapta berharap pembenahan tersebut mencakup akses ke ruang ketiga sisi goa sehingga dan membersihkan sisa reruntuhan yang menutup akses pada akses masuk goa.

“Sehingga Goa Lawah tidak hanya sekedar menjadi destinasi Camping, tetapi juga Caving atau Jelajah Goa.”jelasnya.

Trend Caving di Dunia

Senada Owner Lombok Friendly, Adit R. Alfath, yang merupakan seorang pemerhati potensi serta pengembangan Desa Wisata menuturkan pulau Lombok memiliki landskap yang didominasi oleh pegunungan dan keberadaan Goa bisa ditemukan di banyak tempat pulau Lombok.

“Hanya saja belum “satupun” yang dikelola dengan baik sebagai sebuah destinasi wisata. Bahkan sebuah goa yang berada di pusat turis, seperti Gili Trawangan, belum tersentuh sama sekali. Padahal goa tersebut tidak hanya menawarkan keunikan kontur alam, tetapi juga menyimpan sejarah pendudukan Jepang di masa lalu.”, imbuhnya.

Menurut Adit bagi masyarakat pulau Lombok kegiatan menjelajahi goa bukanlah hal yang baru dikatakan Adit melainka sejak zaman dahulu kala.

Masyarakat Lombok telah terbiasa menjadikan goa sebagai lokasi bertapa atau semedi yang pada praktiknya sama saja dengan meditasi bagi para Yogis bermeditasi.

“Melihat fakta ini, Lombok memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi caving yang layak diperhitungkan oleh para petualang, bahkan Speleolog yang mempelajari tentang Goa. Bagi wisatawan umum, beberapa Goa di pulau Lombok bisa menjadi destinasi semi-adventure dan Wellness Retreat. Salah satunya ya Goa Lawah ini.”ungkapnya.

Caving atau Jelajah Goa diketahui merupakan salah satu trend Adventure Travelers di Eropa. Pada tahun 2022, Geo Heritage mencatat bahwa sekitar 70 juta wisatawan setiap tahun memilih goa sebagai tujuan wisata.

Dari 1200 goa yang menjadi objek penelitian, tercatat bahwa pendapatan per tahun dari Caving mencapai 800 juta Euro atau sekitar 13,8 triliun rupiah hanya dari tiket masuk saja. Hal itu belum termasuk biaya sewa peralatan dan jasa lainnya yang tersedia di lokasi.

“Keberadaan Goa Lawah di Desa Lebah Sempaga, Kecamatan Narmada bisa menjadi Pilot Project untuk memperkenalkan pulau Lombok sebagai destinasi Caving kepada para wisatawan yang berkunjung ke pulau Lombok.”ujarnya.

Eat Palang dan 9 Air Terjun Rahasia

Dalam catatan peta Hindia-Belanda (1894) selain Goa Lawah terdapat sungai tepat berada di badan goa bahkan terdapat 9 titik air terjun kecil yang yang menakjubkan yang berada di sisi kiri dan kanan goa.

Selain menakjubkan keberadaan Leba Sampaga masuk dalam pintasan sejarah disebutkan dalam peta Hindia-Belanda terbitan (1894) disebut eang palang.

Sapta menjelaskan sembilan air terjun yang mengalir dari dinding dinding tebing sungai baik di sisi kiri maupun kanan sejatinya memiliki debit air yang besar dan konsisten sepanjang tahun.

“Sebagian besar airnya telah dimanfaatkan untuk keperluan PDAM, PLTMH, dan juga untuk keperluan air minum warga desa Lebah Sempaga.”katanya.

Sementara pengelola wisata Goa Lawah Lebah Sempaga Mada mengatakan untuk mendukung kebutuhan pengunjung telah tersedia fasilitas lengkap. “Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan pengalaman berkemah yang menyenangkan bagi setiap pengunjung.”katanya.

Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:

Toilet: Sebanyak 6 unit toilet yang bersih dan terawat, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir akan kebersihan dan kenyamanan.

Mushola: Sebuah mushola yang tersedia untuk pengunjung yang ingin melaksanakan ibadah.

Warung Deret: Terdapat 6 unit warung deret yang menjual berbagai makanan dan minuman, sehingga pengunjung dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan konsumsi selama berkemah.

Listrik: Akses listrik tersedia selama 24 jam, memastikan pengunjung tetap dapat menikmati fasilitas modern selama berada di lokasi.

Area Parkir:  Area parkir yang luas dan nyaman, memudahkan pengunjung untuk memarkir kendaraan mereka dengan aman.

Akses Masuk: Akses masuk ke lokasi wisata yang sudah di rabat dengan jarak hanya 230 meter dari badan jalan utama Desa Lebah Sempaga, memudahkan pengunjung untuk mencapai lokasi tanpa kesulitan.

Mada menghimbau bagi pengunjung yang ingin berkemah di Lebah Sampaga tidak membawa peralatan wisata Goa Lawah Lebah Sempaga juga menyediakan penyewaan berbagai perlengkapan camping, seperti tenda, hammock, griller, dan keperluan lainnya.

“Fasilitas ini dirancang untuk memastikan pengunjung dapat menikmati pengalaman berkemah tanpa harus repot membawa banyak barang.”tandasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup