Rakernas ADVOKAI 2026 di NTB, Gerakan 1.000 Paralegal Resmi Diluncurkan

Sasambotimes, Mataram- Kongres Advokat Indonesia (ADVOKAI) resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang dihadiri lebih dari 300 advokat dari seluruh Indonesia ini menjadi momentum evaluasi organisasi, penguatan peran advokat, serta perluasan akses keadilan bagi masyarakat melalui Gerakan 1.000 Paralegal.

Rakernas ADVOKAI 2026 dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Hukum RI yang diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), Andy Yulia Hertaty, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, anggota DPR RI, pimpinan LPSK, serta jajaran pengurus ADVOKAI dari berbagai daerah.

Selain agenda organisasi, Rakernas juga dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan 1.000 Paralegal, diskusi publik, dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ADVOKAI ke-18.

Rakernas Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Organisasi

Ketua Panitia Nasional Rakernas ADVOKAI 2026, Muh. Israq Mahmud, mengatakan forum tersebut menjadi sarana penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan profesi advokat yang terus berkembang.

Menurutnya, advokat memiliki posisi penting sebagai salah satu pilar penegakan hukum yang bertugas memastikan setiap warga negara memperoleh perlindungan hukum dan akses terhadap keadilan.

“Advokat tidak hanya memberikan jasa hukum, tetapi juga mengemban amanah konstitusi untuk menjamin hak-hak masyarakat mendapatkan perlindungan hukum secara adil,”ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap profesi advokat harus terus dijaga melalui integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap kode etik profesi.

Israq juga menilai meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak-hak hukum menjadi tantangan sekaligus peluang bagi advokat untuk meningkatkan kapasitas dan solidaritas profesi.

Gerakan 1.000 Paralegal dari NTB untuk Indonesia

Ketua Presidium DPP ADVOKAI, Heru S Notonegoro, menegaskan Rakernas 2026 bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum untuk menghasilkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan dalam Rakernas kali ini adalah Gerakan 1.000 Paralegal hasil kolaborasi antara ADVOKAI dan Pemerintah Provinsi NTB.

“Gerakan ini kami dedikasikan dari NTB untuk Indonesia. Tujuannya meningkatkan pemahaman hukum masyarakat hingga tingkat desa,”kata Heru.

Menurutnya, keberadaan paralegal akan membantu masyarakat memperoleh informasi hukum yang lebih mudah diakses, sekaligus memperkuat layanan bantuan hukum di daerah.

Selain pelatihan paralegal, ADVOKAI juga menggelar diskusi publik yang menghadirkan sejumlah pakar dan tokoh nasional untuk membahas isu-isu strategis di bidang hukum dan kebangsaan.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan perayaan HUT ADVOKAI ke-18 yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada pengurus daerah dan advokat berprestasi.

Kementerian Hukum Apresiasi Peran ADVOKAI

Menteri Hukum RI melalui Sekretaris Ditjen AHU, Andy Yulia Hertaty, memberikan apresiasi atas kontribusi ADVOKAI dalam memperkuat supremasi hukum dan memperluas akses keadilan bagi masyarakat.

Menurutnya, organisasi advokat memiliki peran strategis dalam menciptakan kepastian hukum melalui advokat yang profesional dan berintegritas.

Ia menegaskan bahwa tantangan profesi advokat saat ini tidak hanya terletak pada penguasaan ilmu hukum, tetapi juga sensitivitas sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum.

“Kami terus memperluas akses keadilan melalui pembentukan Pos Bantuan Hukum hingga tingkat desa dan kelurahan. Peran advokat sangat penting untuk mendukung upaya tersebut,”katanya.

Andy juga mengajak seluruh anggota ADVOKAI untuk terus menjaga integritas, independensi, profesionalisme, serta menjunjung tinggi kode etik profesi.

Gubernur NTB Dukung Penguatan Paralegal

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan ADVOKAI yang memilih Mataram sebagai tuan rumah Rakernas dan HUT ke-18 organisasi tersebut.

Ia menilai program Gerakan 1.000 Paralegal merupakan langkah konkret dalam mendekatkan layanan hukum kepada masyarakat.

“Program ini sangat menyentuh karena menunjukkan bahwa profesi advokat tidak hanya memiliki dimensi komersial, tetapi juga tanggung jawab sosial dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

layanan hukum akan semakin meningkat seiring pertumbuhan ekonomi NTB yang terus menunjukkan tren positif.

Menurutnya, semakin berkembang aktivitas investasi dan bisnis di daerah, semakin besar pula kebutuhan terhadap kepastian hukum dan penyelesaian sengketa secara profesional.

Karena itu, keberadaan advokat dan paralegal dinilai akan menjadi faktor penting dalam mendukung iklim investasi sekaligus memperluas akses keadilan bagi masyarakat.

Rakernas ADVOKAI 2026 di Mataram dijadwalkan membahas berbagai agenda strategis organisasi, mulai dari evaluasi pasca Kongres Solo, penguatan konsolidasi nasional, hingga penyusunan arah kebijakan organisasi ke depan. Forum yang dihadiri ratusan advokat dari seluruh Indonesia tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang memperkuat peran advokat sebagai penjaga supremasi hukum dan penggerak akses keadilan bagi masyarakat. (Red)

Tutup